Makanan Penambah Darah Untuk Mencegah Anemia

By | Desember 13, 2018

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa penyakit anemia tergolong tidak berbahaya, namun bisa menghambat aktivitas harian anda karena merasa cepat lemas dan letih. Untung saja, masalah anemia bisa dikendalikan dengan memperbaiki pola diet anda yakni dengan mengkonsumsi makanan penambah darah untuk mencegah anemia.

Makanan Penambah Darah Untuk Mencegah Anemia

Anemia adalah suatu kondisi yang paling umum terjadi yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah. Kondisi tersebut terjadi saat tubuh tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup. Sehingga menyebabkan terjadinya pengantaran oksigen dan nutrisi ke sel sel tubuh menjadi terganggu.

Tubuh membutuhkan vitamin, mineral dan nutrisi tertentu untuk bisa memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Zat besi, vitamin B12 dan asam folat merupakan tiga zat yang paling penting untuk memproduksi sel darah merah.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak mendapatkan asupan nutrisi tersebut karena adanya beberapa faktor seperti :

  • Gangguan usus
  • Kehamilan
  • Menstruasi
  • Kondisi penyakit Kronis
  • Efek samping dari operasi.

Lantas Apa Saja Akibat Yang Terjadi Karena Kekurangan Sel Darah Merah ?

Meski kondisi anemia atau kekurangan sel darah merah tergolong penyakit yang tidak berbahaya, namun penyakit ini tetap perlu mendapatkan pengobatan yang tepat. Jika tidak, maka bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti :

  • Tubuh menjadi cepat lelah
  • Mengalami masalah jantung
  • Rentan sekali terserang infeksi
  • Mengalami gangguan kehamilan
  • Kematian

Mencegah Anemia Dengan Mengkonsumsi Makanan Penambah Darah

Salah satu cara yang paling mudah untuk mencegah kekuarangan sel darah merah yaitu dengan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Dan berikut ini ada beberapa kelompok makanan penambah darah untuk mencegah terjadinya penyakit anemia, adalah :

Makanan Penambah Darah Untuk Mencegah Anemia

  • Daging merah

Daging merupakan salah satu makanan yang kaya akan kandungan zat besi yang mampu meningkatkan kandungan hemoglobin. Tidak hanya itu saja, daging juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan usus, sehingga pencernaan akan tetap lancar.

Namun ingat ! konsumsi daging merah sewajarnya saja tidak boleh berlebihan. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi daging merah secara berlebihan bisa beresiko terkena serangan jantung.

  • Sayuran

Beberapa sayuran bisa anda manfaatkan sebagai makanan penambah darah. Namun tidak semua sayuran bisa anda makan. Beberapa sayuran yang bisa anda konsumsi sebagai penambah darah adalah kacang polong hijau, bayam, ubi, brokoli, kacang merah, kangkung, daun katuk, lobak dan sawi.

Dari semua sayuran tersebut, ubi merupakan salah satu makanan terbaik untuk menambah jumlah sel darah merah di dalam tubuh, hal ini dikarenakan ubi memiliki kandungan zat besi, sehingga mampu mengaktifkan sel darah merah serta meningkatkan oksigen dalam tubuh.

  • Buah-buahan

Makanan Penambah Darah Untuk Mencegah Anemia

Sudah kita ketahui bahwa mengkonsumsi buah-buahan tentunya bisa membuat tubuh menjadi terasa sehat. Namun tidak semua buah bisa dimanfaatkan sebagai makanan penambah darah.

Dan berikut ini ada beberapa buah yang bisa anda manfaatkan yakni Buah naga, alpukat, buah kurma, Strawberry, jeruk, jambu biji, buah delima, pisang, mangga, semangka, kismis, apel, persik, prune, Mulberi, tomat dan anggur.

Semua buah tersebut mampu nemambah jumlah sel darah merah. Tidak hanya itu saja, buah-buahan tersebut juga berperan dalam memperlancar aliran darah dalam tubuh.

  • Sereal, havermut dan roti

Mengkonsumsi sereal, havermut dan roti setiap hari bisa menyuplai 20% zat besi dalam tubuh. Gandum menjadikan tubuh menjadi lebih sehatm sehingga sangat baik jika anda menjadikan makanan ini sebagai menu program diet.

  • Seafood

Seafood terutama kerang dan tiram kaya akan kandungan zat besi. Bahkan dalam 100 gram kerang terdapat 28 mg zat besi yang bisa memenuhi 155% dari asupan zat besi harian yang disarankan.

Penambah Darah Sesuai Usia

Kebutuhan zat besi sebagai makanan penambah darah pada tubuh setiap orang berbeda-beda. Dan berikut ini ada beberapa kelpompok usia yang memerlukan perhatian khusus dalam asupan makanan penambah darah.

  • Pada bayi 1 tahun
  1. Pemberian ASI atau susuformulas yang diperkaya akan zat besi.
  2. Hindari susu sapi, susu kanbimh dan susu kedelai
  3. Pada usia 6 bulan, berikan bayi makanan padat pendamping ASI (MPASI) dan berikan makanan yang kaya akan vitamin C.
  4. Bayi memerlukan sekitar 11 mg zat besi per hari
  • Pada balita dan anak-anak
  1. Setelah 1 tahun berikan susu sapi, susu kambing atau susu kedelai setiap hari namun jangan lebih dari 200 ml, namun setelah 2 tahun berikan susu yang mengandung rendah lemak.
  2. Berikan makanan penambah darah seperti daging tanpa lemak, sereal dan roti yang mengandung zat besi.
  3. Berikan buah-buahan dan vitamin yang kaya akan vitamin C
  4. Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 10 mg zat besi dan untuk usia 9-13 tahun sekitar 8 mg.
  • Pada pria dan wanita dewasa
  1. Mengkonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan zat besi seperti daging merah, ikan dan daging unggas.
  2. Konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C.
  3. Remaja pria memerlukan sekitar 11 mg zat besi dan wanita 15 mg per hari.
  4. Pria dewasa membutuhkan 8 mg zat besi dan wanita 18 mg perhari.

Perlu anda ketahui bahwa kebutuhan zat besi bisa berubah pada kondisi tertentu, seperti halnya pada ibu hamil atau sedang sakit. Maka dari itu, konsultasikanlah ke dokter untuk mengetahui jenis dan porsi makanan penambah darah yang anda butuhkan sesuai dengan kondisi tubuh anda.


Demikian informasi yang bisa kami sampaikan untuk anda mengenai makanan penambah darah untuk mencegah terjadinya anemia yang perlu anda ketanui. Semoga apa yang telah kami sampaikan ini bermanfaat dan menjawab rasa ingin tahu anda seputar penyakit anemia.

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini jika anda rasa artikel sederhana ini bermanfaat dan silahkan berkomentar di kolom yang telah kami sediakan, jika ada yang ingin anda sampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *